BERTEMU EKONOM MUSLIM KELAS DUNIA

Nov 13, 2019 - 00:00
 58
BERTEMU EKONOM MUSLIM KELAS DUNIA

Manager Keuangan Koperasi BMT UGT Sidogiri Abdus Salam selama dua hari mengikuti event  Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 6th di JCC Senayan Jakarta bersama tokoh-tokoh besar ahli dan pakar Ekonomi Islam international (12-13 November 2019). Berikut oleh-olehnya yang dituangkan dalam tulisan esai ringan.

Alhamdulillah, bisa hadir di event Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 6th di JCC Senayan Jakarta. Saya banyak menimba ilmu dari tokoh-tokoh ekonom besar berkaliber International, hebat, memiliki wawasan luas, dan semangat menumbuhkan ekonomi Islam di belahan negara di dunia.

Rasanya diri ini menjadi seperti orang bodoh jika mendengarkan paparan orang-orang hebat ini. Diri ini masih jauh sekali jika dibanding mereka yang hari ini menjadi nara sumber dan memaparkan hasil riset penelitiannya.

Al-Faqier bisa berbincang-bincang dengan Ekonom Idola sewaktu kuliah, yang namanya selalu dijadikan rujukan penelitian, dan buku-buku tentang ekonomi Islam kontemporer, yaitu Prof. Dr. Monzer Kahf. Padahal usianya hampir memasuki 80 tahun. Tapi suaranya masih sangat jelas, fasih, lugas dan tegas dalam penyampaiannya. Mantaabbs!

Inilah manfatnya hadir, kumpul-kumpul bersama orang-orang besar, agar menular semangatnya dalam mencari ilmu. Bisa menjadi motivasi tersendiri, sekaligus introspeksi diri, bahwa diri ini masih banyak harus belajar lagi (istifadah), membaca lagi dan menulis lagi karya ilmiah, melakukan research seperti mereka, memberikan ilmu (ifadah) kepada masyarakat dunia tentang indahnya Sistem Ekonomi Islam.

Betapa komprehensifnya Sistem Ekonomi Rabbani ini, sebuah sistem yang bersumber dari Rabb yang bisa menjadi solusi alternatif terhadap permasalahan ekonomi kapitalis liberal saat ini; yang di antara ciri-ciri sistem kapitalisme adalah menerapkan konsep bunga (ribawi) dalam setiap transaksi keuangannya, baik tabungan, kredit (pinjaman) serta investasinya.

Seolah tanpa bunga, sistem keuangannya menjadi mandeg, lumpuh, atau lesu. Nah lho, uang tabungan Anda disimpan di bank apa nih? Semoga bukan di bank ribawi milik Aseng atau Asing itu.. Hehehe..

Coba lihatlah orang-orang yang hadir saat ini, Mereka tidak hanya membicarakan teori teks book, melainkan sudah melakukan penerapan sistem ekonomi Islam dalam praktik perbankan Syariah, Islamic Insurance (Takaful), Lembaga Keuangan Mikro Syariah, Waqaf, Zakat, Halal Food, Shariah Fashion, hingga pada kehidupan sehari-hari.

Untungnya, para Ulama kita mendukungnya dengan menelorkan fatwa-fatwa Dewan Syariah Nasional MUI, melalui kajian kitab-kitab turats kaum Pesantren, dan mewajibkan penerapan fatwa-fatwa tersebut di seluruh lembaga keuangan yg ingin menerapkan prinsip syariah dalam usahanya.

Namun seperti biasanya, hal-hal baru tak akan luput dari tuaian kritik, dan banyak mengundang debatable, sinis, dan apriori dari sebagian masyarakat yang belum mengetahui secara detail penerapan aplikasinya, atau tak ingin Syariah Islam diterapkan dalam Muamalah.

Tentu, sebagai konsep yang baru lahir dan berkembang di tahun 90-an di Indonesia ini, tak luput dari kekurangan dalam penerapannya, meskipun juga tak harus ditinggalkan secara keseluruhannya. Dengan memilih Sistem Ekonomi Konvensional yang sudah jelas-jelas menggunakan cara riba dalam mengembangbiakkan modal atau hartanya, sehingga hasilnya menjadi tidak berkah dan tidak bersih harta yang masuk ke dalam tubuh, dan menyebabkan tidak khusyuk dalam beribadah kepada Allah SWT.

Subhanallah, mudah-mudahan diri ini, selalu diberi semangat dalam mengupgrade knowledge, skill dan attitude untuk menjadi peribadi yang berisi, hati-hati, cerdas, serta anfauhum linnas.

Amiinn...

Jakarta, 13.11.2019 | 19.56 Wib.