Banyak Jalan Berbakti pada Bangsa
Direktur Program Qoryah Thoyyibah (QT) Ikatan Alumni Santri Sidogiri (IASS) H. Mahmud Ali Zain mengatakan, jalan untuk berbakti kepada bangsa tidak hanya melalui Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun melalui politisi mulai dari DPRD Kabupaten/Kota maupun provinsi, DPR pusat maupun DPD. “Pengabdian kepada bangsa dapat juga dilakukan melalui civil society atau masyarakat madani seperti melalui gerakan sosial sebagaimana Program Qoryah Thoyyibah yang digagas oleh Ikatan Alumni Santri Sidogiri,” tegasnya.
Menurutnya, melalui Program Qoryah Thoyyibah Ikatan Alumni Santri Sidogiri ingin berbakti kepada bangsa dan umat. “Kami tidak ingin mengeritik pemerintah ataupun membebani pemerintah, namun kami ingin membantu pemerintah dalam membangun bangsa demi terwujudnya Indonesia yang baldatun thoyyibatun wa rabbun ghofur,” paparnya.
Untuk itu, lanjutnya, Progam Qoryah Thoyyibah ingin berlari dalam memberdayakan masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan yang selama setahun ini sudah dilaksanakan di 4 desa di Kecamatan Kraton. “Pada tahun 2015 ini kami ingin memperluas cakupan tidak hanya sebatas 4 desa di Kecamatan Kraton melainkan seluruh desa yang ada di Kecamatan Kraton yang jumlahnya mencapai 25 desa,” pungkasnya.
Selama tahun 2014 sudah banyak program pemberdayaan yang telah dilaksanakan oleh Program Qoryah Thoyyibah seperti program bedah rumah, program pendidikan dengan menjalin kerjasama dengan Gugus PAUD 3 Kecamatan Kraton dan program ekonomi yang masih dalam proses mewujudkannya. Sedangkan program yang menjadi fokus perhatian pada tahun 2015 selain dari melanjutkan program sosial, pendidikan dan ekonomi, adalah program kesehatan dan lingkungan.
Dalam pertamuan antara operator desa, manajer program dan direksi Program Qoryah Thoyyibah Ahad pagi (18/1/2015) dibahas masalah kesehatan dan lingkungan di sekitar aliran sungai Desa Sidogiri. “Selama ini masyarakat Desa Sidogiri seakan-akan tanpa merasa berdosa membuang sampah ke sungai. Padahal, sampah-sampah tersebut dapat menimbulkan pencemaran lingkungan terutama sampah yang berupa sampah plastik seperti pempers bayi yang sangat sulit untuk terurai,” kata H. As’ad selaku Operator untuk Desa Sidogiri.
Mokh. Syaiful Bakhri

