Mewujudkan Ekonomi Syariah adalah Jihad
Pelaksanaan ekonomi syariah dalam kehidupan sehari-hari membutuhkan perjuangan yang sungguh-sungguh. Oleh karena itu, Abu Laits Ats-Tsamargandi dalam kitab Tanbighul Ghafiliin menyampaikan, mencari rezeki dengan jalan yang halal itu sungguh sangat berat sampai-sampai diibaratkan lebih berat daripada memikul dua buah gunung. Karena begitu beratnya dalam menegakkan ekonomi yang sesuai dengan syariah sehingga banyak yang mencari jalang yang pintas meski hal itu dapat mengarah kepada riba.
“Pelaksanaan ekonomi syariah merupakan jihad. Sebab, berdasarkan pengalaman, jangankan menyadarkan orang awam untuk mempraktikkan ekonomi syariah dalam kehidupan sehari-hari, menyadarkan orang-orang yang tergolong memiliki pengetahuan membutuhkan perjuangan yang sungguh-sungguh,” demikian disampaikan oleh Staf Pengawas Syariah Ustadz H. Abdul Ghofur dalam pengajian rutin hari Sabtu (26/4) di mushalla Kantor Pusat Koperasi BMT UGT Sidogiri.
Menurut Ustadz H. Abdul Ghofur, dalam Al-Quran surah Al-Anakabut ayat 69 disebutkan “Mereka yang bersungguh-sungguh di jalan kami, akan kami tunjukkan kepada mereka jalan kami.” Maka, orang yang sungguh-sungguh dalam melaksanakan perintah Allah, seperti dalam melaksanakan ekonomi syaraiah dalam kehidupan sehari-hari, maka Allah SWT menjanjikan akan memberikan jalan kemudahan berupa keberkahan dalam kehidupannya.
“Koperasi BMT UGT Sidogiri dapat berkembang pesat diluar jangkauan perkiraan para pengurusnya menunjukkan bahwa Allah SWT akan membantu orang-orang yang bersungguh-sungguh dalam memperjuangkan terwujudnya ekonomi syariah dalam kehidupan sehari-hari berupa keberkahan dalam usahanya sehingga dapat maju dan berkembang dengan pesat,” jelasnya.
Oleh karena itu, Ustadz H. Abdul Ghofur, memberikan penguatan mental kepada para karyawan Koperasi BMT UGT Sidogiri untuk sabar, tekun dan sungguh-sungguh dalam bekerja teruama dalam membantu orang-orang yang membutuhkan bantuan permodalan untuk usahanya. “Koperasi BMT UGT ini memiliki aspek menolong atau ta'awun bagi masyarakat yang membutuhkan modal. Oleh karena itu, dalam membantu permodalan itu membutuhkan kesabaran terutama dalam menghadapai nasabah yang bermasalah,” paparnya.
Mokh. Syaiful Bakhri
Foto: Staf Pengawas Syariah Ustadz H. Abdul Ghofur

