Konsultan Asing IFAAS Kagum Prestasi dan Kemajuan Pesat BMT Sidogiri

Mar 27, 2018 - 00:00
 45
Konsultan Asing IFAAS Kagum Prestasi dan Kemajuan Pesat BMT Sidogiri

Konsultan asing yang digunakan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) yaitu Islamic  Finance Advisory and Assurance Services (IFAAS) kagum dengan prestasi dan kemajuan pesat BMT Sidogiri. IFAAS merupakan perushaan konsultasi keuangan syariah berkedudukan di Inggris yang pernah menjadi penasehat berbagai bank sentral dan otoritas jasa keuangan di dunia.

IFAAS mengetahui prestasi dan kemajuan BMT Sidogiri dari para peserta Indonesia yang terlibat dalam penelitian tentang keuangan syariah di Indonesia. Hal tersebut dikemukakan oleh Deputi Bidang Kependudkan dan Ketenagakerjaan Bappenas Pungky Sumadi saat berkunjung ke Koperasi BMT UGT Sidogiri bersama rombongan dari Bappenas dan Komite Nasional Keuangan Syariah Sabtu (24/03/2018).

“Sejak Rencana Induk Keuangan Arsitektur Keuangan Syariah Indonesia mulai disusun, kami sudah mendengar prestasi dan kemajuan pesat dari BMT Sidogiri. Konsultan asing yang membantu kami menyatakan kekaguman adanya ‘koperasi syariah’ yang berkembang sedemikian maju. Apalagi beberapa waktu lalu BMT Sidogiri menerima penghargaan sebagai BMT terbaik dan terbesar di Indonesia dari Presiden. Ini yang membuat kali harus mengenal BMT Sidogiri,” kata Pungky Sumadi.

Dalam kunjungan tersebut, Pungky Sumadi dan rombongan diterima oleh Pengurus dan Direksi Koperasi BMT UGT Sidogiri di antaranya Ketua Pengurus Koperasi BMT UGT Sidogiri H.Mahmud Ali Zain, Sekretaris Pengurus Koperasi BMT UGT Sidogiri A. Thoha Putra, Direktur II Koperasi BMT UGT Sidogiri H. Abdul Rokhim. Selain itu turut hadir Pengurus dan Direksi Koperasi BMT Maslahah di antaranya Direktur Utama Koperasi BMT Maslahah H. A. Dumairi Nor, Bendahara Koperasi BMT Maslahah Sufiyan Afandi dan Wakil Ketua I Pengurus Koperasi BMT  Maslahah A. Cholilurrahman.

Menurut Pungky Sumadi, yang membuatnya sangat kagum antara lain perputaran dana yang berhasil dicapai oleh BMT Sidogiri, jumlah anggota yang demikian besar, perluasan usaha di bidang ekonomi riil yang terus berkembang. “Ini sangat mengagumkan. Terlepas dari belum efektifnya sistem pengawasan koperasi oleh regulator yang berwenang, BMT Sidogiri ternyata terus mmperbaiki diri untuk meraih kualitas tata kelola lembaga usaha keuangan dengan diperolehnya ISO Tahun 2017 lalu,”paparnya.

Hal itu, tambahnya, menunjukkan bahwa sistem pengawasan, tata kelola dan perlindungan usaha maupun perlindungan nasabah/anggota menjadi perhatian utama para pengurus BMT. “Tanpa disadari BMT Sidogiri terus berkembang dan memperbaiki kualitas usahanya sendiri sekaligus melindungi kepentingan umat yang amat membutuhkan layanan kelompok usaha BMT Sidogiri,” jelasnya.

Meski demikian, Pungk y Sumadi tidak memungkiri masih adanya beberapa kelemahan yang ada terutama terkait dengan sistem pengawasan. “Kalaupun ada kelemahan,saya pikir mungkin dari sistem pengawasan, karena ini ranahnya regulator. Saran saya, bagian Litbang BMT Sidogiri banyak berkonsultasi dengan pelaku pasar secara berkala untuk melihat hal-hal apa yang mungkin terjadi di pasar keuangan mikro, misalnya mencegah pencurian data dari sistem aplikasi, dari kartu anggota, dari sistem pengawasan internal dan lain-lain. BMT Sidogiri juga sebaiknya selalu melihat kedepan untuk mengisi celah kekosongan pengawasan regulator. Caranya, gunakan konsultan professional untuk diskusikan peluang bisnis dan peluang pencegahan tindak kriminal di teknologi keuangan, pelatihan karyawan dan lain-lain,” pungkasnya.

Mokh. Syaiful Bakhri