Catatan Perjalanan Umrah Bersama UGTMAS Tour & Travel, Persiapan Pemberangkatan (1)

Sep 8, 2022 - 00:00
 72
Catatan Perjalanan Umrah Bersama UGTMAS Tour & Travel,  Persiapan Pemberangkatan (1)

Saya bersama istri, Ofa Marshofa dan mertua, Bapak Djamali dan Ibu Sumarni, mendapat kesempatan menunaikan ibadah umrah bersama UGTMAS Tour & Travel. Kami mengambil paket umrah 9 Hari dengan harga Rp 25 juta.  Paket tersebut sesuai dengan keberadaan sebagai PNS guru yang semestinya tidak meningggalkan kewajiban mengajar terlalu lama. Untuk kegiatan umrah ini, dari sekolah saya mendapat cuti tahunan selama 12 hari.

Pemberangkatannya dilaskanakan pada Senin 29 Agustus 2022 pukul 07.00 WIB dari kantor pusat travel yang berada di jalan raya Ngempit. Sidogiri. Sebelumnya saya ditawari berangkat lebih awal yaitu pada Hari Senin 22 Agustus 2022. Namun, saya tidak berkenan. Sebab, surat izin cuti dari sekolah tempat saya bekerja sebagai PNS di SMAN 1 Gondangwetan telah terbit lebih dahulu sehingga tidak mungkin untuk mengubah jadwal pemberangkatannya.

Sebulan satu bulan sebelum berangkat, kami suntik Miningitis di Pasuruan dekat pelabuhan kota Pasuruan. Sebelumnya, jamaah yang suntik meningitis di Probolinggo. Alhamdulillah, sekarang tidak jauh, cukup di Pasuruan. Untuk suntik Miningitis, kami di fasilitasi oleh pihak travel mulai dari pendaftaran sampai suntiknya pulang-pergi.

Untuk urusan paspor, saya dan keluarga tidak perlu ngurus lagi. Paspor saya dan keluarga masih aktif sampai dengan 2024. Maklumlah, sebenarnya kami akan berangkat pada Maret 2019. Namun tidak jadi berangkat karena ada wabah Covid-19. Setelah dua tahun menunggu, akhirnya bisa berangkat.   

Seminggu sebelum pemberangkatan dilaksanakan kegiatan manasik umrah di salah satu rumah di Karangketug, Pasuruan. Para jamaah yang akan berangkat sangat antusias mengikuti kegiatan manasik umrah ini. Apalagi, Ra Asad yang mengisi materi manasik pandai menyelingi materi dengan humor-humor segar.

Sambil menyampaikan materi Direktur Operasional UGTMAS Tour & Travel itu memberi kesempatan jamaah untuk mengajukan pertanyaan. Pertanyaan yang lucu disampaikan oleh salah seorang jamaah usai Ra Asad mencontohkan cara memakai kain ihram. "Bolehkah memakai sarung BHS saat ihram?" tanyanya

"Silahkan saja pakai sarung BHS asal tidak berjahit. Yang terbaik itu pakai kain putih yang tidak berjahit karena itulah yang disunnahkan oleh Rasulullah SAW," jawab Ra Asad bijak.

 

Mokh. Syaiful Bakhri