BMT UGT Lulus Audit Sertifikasi ISO 9001:2015
Koperasi BMT UGT Sidogiri telah lulus audit sertifikasi ISO 9001:2015 setelah melalui proses pre-assessment dan assessment yang dilakukan oleh tim auditor dari BSI (British Standard Istitution) perwakilan Indonesia sebagai badan sertifikasi yang mengeluarkan sertifikat ISO 9001:2015.
ISO merupakan organisasi internasional yang menangani standarisasi dalam bidang manajemen yang dijadikan sebagai patokan di seluruh dunia. Sedangkan, ISO 9001:2015 yang merupakan standar internasional terkait sistem manajemen mutu yang diterbitkan oleh IOS (International Organization for Standardization). Sertifikat ISO 9001:2015 dikeluarkan oleh lembaga yang disebut badan sertifikasi seperti Sucofindo dan BSI.
“Alhamdulillah, Koperasi BMT UGT Sidogiri Indonesia telah lulus audit ISO 9001:2015 setelah melalui proses pre-assessment dan assessment dari BSI perwakilan Indonesia,” ungkap Direktur Bisnis Koperasi BMT UGT Sidogiri H. Abdul Rokhim.
Menurut H. Abdul Rokhim, informasi perihal Koperasi BMT UGT Sidogiri Indonesia telah lulus audit ISO 9001:2015 disampaikan oleh tim auditor dari BSI saat assessment terakhir pada 14 Desember 2016 yang lalu. Dalam assessment terakhir tim auditor BSI hanya menemukan 5 temuan minor saja yang harus diselesaikan dalam waktu 12 hari.
Apabila dalam proses assessment ditemukan 1 saja temuan mayor atau 10 temuan minor, maka lembaga yang mengikuti assessment untuk mendapatkan sertifikat ISO 9001:2015 akan dinyatakan gagal. “Saat BSI melakukan assessment di Koperasi BMT UGT Sidogiri Indonesia hanya menemukan 5 temuan minor. Karena temuan minor tersebut sudah kami selesaikan sehingga kami dinyatakan lulus audit sertifikasi ISO 9001:2015. Kami tinggal menunggu pengiriman sertifikat ISO 9001:2015 dari BSI,” imbuhnya.
Melalui Tiga Tahapan
Untuk mendapatkan sertifikasi ISO 9001:25, Koperasi BMT UGT Sidogiri Indonesia harus melalui tiga tahap yaitu tahap pre-assessment, tahap assessment dan tahap certification. Tahap pre-assessment, dilakukan pada 4 Desember 2016. Saat itu salah seorang anggota tim asesor atau penilai dari BSI yang diwakili oleh Edi Budhianto Nainggolan mendatangi ke kantor pusat Koperasi BMT UGT Sidogiri Indonesia untuk melakukan pre-assessment.
“Pada tahap pre-assessment tim asesor dari BSI perwakilan Indonesia melakukan pengumpulan data untuk kesiapan penilaian ISO 9001:2015. Pengumpukan data tersebut melibatkan Direktur Utama HM. Sholeh Wafi, Document Control Ahmad Erfan Afandi, Management Representative H. Mahmud Ali Zain,” papar H. Abdul Rokhim.
Setelah tahap pre-assessment selesai, selanjutnya tahap assessment. Tahap assessment dilaksanakan selama 2 hari mulai dari tanggal 13 sampai 14 Desember 2016. Pada tanggal tersebut, tim auditor BSI yang terdiri dari Edi Budhianto Nainggolan dan Boedi Prasetyo Minarto melakukan audit pada 9 divisi yang ada di Koperasi BMT UGT Sidogiri Indonesia. Yaitu, divisi sistem informasi dan akutansi, divisi personalia dan pengembangan SDM, divisi legal dan remidial, divisi penyertaan modal dan multijasa, divisi simpanan, divisi pembiayaan, divisi likuiditas, divisi umum dan bagian satuan pengendali internal.
Berdasarkan hasil assessment, ditemukan hasil minor pada 5 divisi yaitu pada divisi sistem informasi dan akutansi, divisi likuiditas, divisi pembiayaan, divisi umum dan divisi simpanan. “Tim auditor dari BSI menyampaikan dalam waktu 12 hari 5 temuan minor tersebut harus segera diperbaiki. Sebelum batas waktu tersebut, hanya dalam waktu 6 hari kami sudah mengirimkan perbaikan dan bukti perbaikan kepada tim audit BSI,” pungkas H. Abdul Rokhim.
Gambar: http://linkedin.com
Mokh. Syaiful Bakhri

