BMT UGT dalam Berita Media (5): 2014, TARGET ASET RP 2 TRILIUN
SURABAYA – Abdul Madjid Umar, Direktur Utama BMT UGT Sidogiri mengatakan salah satu tujuan peluncuran debit card bagi BMT UGT Sidogiri menambah nasabah sebanyak mungkin. Dengan adanya layanan debit ini, diharapkan hingga akhir tahun anggota dapat bertambah dari 10 ribu menjadi 200 ribu orang. Dengan kenaikan ini, aset BMT UGT Sidogiri diharapkan dapat meningkat di tahun ini dengan target mencapai sekitar Rp 2 triliun hingga akhir tahun 2014.
“Kinerja Koperasi BMT UGT Sidogiri menunjukkan prestasi yang fantastis. Ini menjadi tantangan bagi kami untuk bisa memberikan layanan maksimal kepada nasabah di tahun ini,” jelasnya, Rabu (26/2/14).
Abdul madjid menambahkan dalam tahun buku yang ke-13 ini, telah memiliki 230 unit layanan yang berada di 10 Provinsi di Indonesia. Perkembangan Koperasi BMT UGT Sidogiri tidak hanya dari jumlah unit layanan, namun diikuti pencapaian kinerja keuangan yang menembus aset Rp 1,069 trilliun dan perputaran kas atau omzet mencapai Rp 6, 377 triliun.
Sementara itu Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Timur, Dr. Ir. RB. Fattah Jasin, MS menambahkan capaian aset dan omzet Koperasi BMT UGT Sidogiri merupakan terbesar di Jawa Timur. Karena itu, Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Timur berencana untuk mengajukan Koperasi BMT UGT Sidogiri dalam daftar 300 koperasi besar dunia.
“Capaian aset dan omzet yang besar itu menunjukkan koperasi simpan pinjam syariah yang dikelola oleh kaum sarungan ini, tidak kalah bahkan melampaui dengan koperasi simpan pinjam lainnya yang dikelola oleh kaum berdasi,” jelasnya.
Menurutnya kaum sarungan yang dimaksud orang yang berada dalam satu kegiatan Urusan Guru Tugas (UGT) Pondok Pesantren Sidogiri yang di dalamnya terdapat orang-orang yang berprofesi sebagai guru, pimpinan madrasah dan para simpatisan. Dikatakan “kaum sarungan” karena setiap hari mereka menggenakan sarung dalam berbagai aktivitas mulai dari aktivitas ekonomi, pendidikan, sosial sampai ibadah.
Sarung merupakan pakaian resmi mereka baik di kantor, madrasah, di rumah sampai di masjid. Karena itu, tak mengherankan di kantor BMT UGT Sidogiri mulai dari pengurus, pengawas sampai karyawan menggunakan sarung sebagai Pakaian Dinas Harian di lingkungan kerja.
Di samping itu, ia menyebutkan tentang peran lembaga-lembaga pendukung yang ada di lingkungan Sidogiri seperti Lembaga Diklat Profesi (LDP), Syariah Business Consulting (SBC) Sidogiri guna mempersiapkan Sumber Daya Insani (SDI) dan meng-up grade SDI yang ada serta mendampingi usaha-usaha anggota dan usaha perasuransian dalam wadah PT. Asyki Sarana Sejahtera untuk menciptakan ta’awun atau tolong menolong dan mem-back up usaha anggotanya. []
Editor: Syamsul Arifin Munawwir
Sumber: DUTA Online
Foto: Direktur Utama BMT UGT Sidogiri Abdul Madjid Umar. (istimewa)

